Mengenal Stuntman, Profesi Besar dalam Film yang Sepi Popularitas


Saat nonton film sering kita menyaksikan adegan-adegan berbahaya yang mengancam nyawa. Sekilas, adegan-adegan tersebut dilakukan oleh aktor atau aktris utama film tersebut. Namun, pada banyak kondisi, bukan aktor atau aktris utama yang mempertaruhkan nyawa demi adegan tersebut, melainkan para stuntman.

Secara sederhana, stuntman adalah pemeran pengganti. Tugas mereka mengganti aktor dan aktris utama dalam adegan-adegan sulit. Dalam menentukan stuntman, biasanya sutradara atau direktur casting akan mencari pemeran pengganti dengan penampilan fisik yang mirip atau menyerupai aktor dan aktris utama yang digantikannya.

Menjadi dan mencari stuntman tidak mudah. Seorang stuntman harus berani melakoni adegan luar biasa berbahaya sejenis kebut-kebutan, bertarung, melompat dari gedung tinggi, sampai menerjang api. Jika tidak dibantu efek khusus saat editing, maka hal-hal sulit lainnya seperti ditabrak mobil, terjun payung, adu senjata tajam, dan sebagainya, juga dibebankan pada stuntman.

Mengapa bukan aktor atau aktris itu sendiri yang melakoni adegan tersebut? Tentunya kita tahu bahwa aktor terkenal terdaftar dalam asuransi saat menjalani syuting sebuah film. Asuransi tersebut bernilai sangat besar, sehingga akan beresiko merugikan perusahaan film jika misalnya aktor utama yang dipaksa melakukan adegan berbahaya dan mengalami kecelakaan. Juga, aktor amat menghargai popularitasnya sehingga kecelakaan saat syuting film wajib dihindari semaksimal mungkin.

Pada awalnya, adegan-adegan berbahaya di film memang dilakukan sendiri oleh aktor atau aktris utama. Namun, sejak tahun 1908, peran stuntman mulai dikenal lewat Frank Hanaway yang berhasil menggantikan adegan jatuh dari kuda tanpa luka sama sekali. Sejak saat itu, permintaan akan stuntman terus meningkat.

Stuntman merupakan profesi penting dalam dunia perfilman, hanya sayangnya, para pemeran pengganti ini tak mendapat imbalan yang sepadan dengan pengorbanannya. Popularitas yang didapatkan stuntman juga nyaris tidak ada, sehingga orang tentu tak akan kenal jika disebutkan nama-nama seperti Dar Robinson, Hal Needham, Rick Sylvester, dan Bobby Holland Hanton. Padahal, mereka adalah pemeran pengganti profesional yang telah malang melintang di film-film terkenal Hollywood.

Tidak jarang, stuntman mengalami kecelakaan fatal saat melakukan take adegan sulit. Sepanjang 2010 sampai awal 2019, tercatat ada 53 insiden yang terjadi dan 14 di antaranya memakan korban jiwa.

Salah satu kecelakaan stuntman yang terkenal dialami oleh David Holmes, pemeran pengganti Daniel Radcliffe dalam seri Harry Potter. Saat menggantikan Radcliffe dalam adegan pertarungan final di Harry Potter and The Order of The Phoenix, Holmes terluka oleh pecahan kaca yang sengaja diledakkan untuk memberi kesan dramatis. Sejak saat itu, Holmes lumpuh dari pinggang ke bawah.

Kendati mempertaruhkan nyawa, imbalan finansial yang didapatkan stuntman kadang tidak sesuai. Berbeda dengan perusahaan film Hollywood yang menggaji stuntman pemulanya Rp 3 juta per hari, rumah produksi di Indonesia baru menggaji stuntman Rp 1,5 juta per hari. Jumlah ini tentu jauh lebih kecil dibanding aktor dan aktris utama yang digantikan perannya.

Namun, menjadi stuntman kadang bisa menjadi pijakan awal untuk meniti karir di industri film. Jackie Chan awalnya adalah stuntman untuk Bruce Lee sebelum akhirnya ditawari sebagai aktor. Selama beberapa tahun, Jackie Chan melakoni semua adegan berbahayanya sendiri, sebelum digantikan oleh stuntman saat karirnya mulai cemerlang. Para pemeran pengganti Jackie Chan kini memiliki perkumpulan bernama JC Stunt yang anggotanya telah bersama selama 40 tahun.

Menjadi stuntman merupakan pekerjaan berat yang tidak semua orang sanggup melakukannya. Di tengah gaji yang sedikit dan popularitas yang sepi, stuntman masih harus menghadapi resiko terluka atau cacat permanen yang kadang kurang mendapat kompensasi pantas dari perusahaan film. Semoga ke depannya profesi ini mendapat atensi dan apresiasi lebih dari pelaku industri film, karena tanpa stuntman, adegan-adegan keren dalam film aksi tidak akan sampai ke hadapan kita.

Komentar